Bus Kopaja yang menyebalkan!

Hari Sabtu kemarin saya pulang dari BLKD Jakarta Selatan menggunakan bus Kopaja 57 jurusan Kampung Rambutan – Blok M. Saya naik dari perempatan Mampang-Duren Tiga. Karena penuh, saya berdiri di depan, di dekat pintu depan.

Seperti biasa, si kondektur menarik ongkos dari para penumpang termasuk saya. Karena saya tak punya uang receh, saya membayar dengan uang pecahan Rp. 20.000. Ongkos bus jurusan itu adalah Rp. 2000, jadi seharusnya saya dapat kembalian sebanyak Rp. 18.000. Rupanya si kondektur belum punya kembalian, jadi dia pergi lagi untuk menarik ongkos dari penumpang lain.

Tak selang berapa lama, si kondektur kembali lagi ke bagian depan dan menengadahkan telapak tangan di depan saya dengan menggoyangkan tangan sehingga uang logam di tangannya bergemerincing, “cring cring cring”, tanda dia minta ongkos dari penumpang. Karena saya merasa telah membayar, saya diam saja. “Mungkin dia minta ongkos kepada orang di samping saya”, begitu pikir saya. Tapi si kondektur tetap bergeming, sampai dia bertanya kepada saya, “Udah bayar belum?”. Saya agak kesal karena selain telah membayar, seharusnya saya cepat mendapat kembalian sebanyak Rp. 18.000 tadi. Saya jawab, “Udah bang, kan tadi saya bayar 20.000”. Entah kenapa si kondektur agak marah karena dia menjawab dengan ketus, “saya kan cuma nanya, udah bayar apa belum”. “Ya udah kan udah saya jawab Bang”. Dia langsung ngeloyor pergi ke pintu belakang.
Baca lebih lanjut

Iklan

Empat Hari Yang Sibuk

Hari Kamis tanggal 14 Mei 2009 kemarin saya diajak Ibu pulang ke Ngawi, karena hari Jumatnya ada acara pengajian untuk almarhum Mbah saya yang meninggal satu tahun yang lalu.

Kamis paginya saya ada test & wawancara kerja di PT Edico Utama, Pulogadung. Wawancara berakhir pukul 11:30, sementara bus yang saya pesan berangkat pukul 14:00. Begitu selesai wawancara saya langsung ngibrit pulang secepatnya. Dari kawasan industri Pulogadung saya langsung naik angkot ke terminal Pulogadung dan naik busway ke arah Manggarai. Baru keluar terminal, bus TransJakarta yang saya tumpangi terjebak macet yang amat parah di mulut terminal. Nggak bisa bergerak sama sekali.

Setelah berkutat dengan kemacetan selama hampir setengah jam akhirnya bis TransJakarta yang saya tumpangi bisa melaju dengan lancar. Sampai halte Matraman saya transit ke bus TransJakarta jurusan Kampung Rambutan. Di perjalanan saya hitung-hitung, sisa waktu yang ada nggak akan sempat sampai rumah untuk mengejar bus ke Ngawi. Akhirnya saya turun di halte PGC dan naik ojek sampe rumah.

Sampai rumah pun saya tak sempat istirahat, karena waktu sudah menunjukkan pukul 13:30. Mana belum sempat beres-beres pula. Saya ganti baju, cuci muka, beres-beres secukupnya, dan langsung berangkat ke pool bus yang terletak di belakang RS Harapan Bunda, Pasar Rebo.

Tiket
Baca lebih lanjut