Tutorial #3 : Metode Grid

Saya sering mendapat pertanyaan, “bagaimana caranya membuat gambar yang begitu mirip dengan foto referensinya?”. Jawabannya, yang pertama membuat sketsanya harus akurat. Kedua, mengarsirnya harus semirip mungkin dengan referensinya.

Nah, dalam tutorial saya kali ini, saya akan menjelaskan tentang bagaimana membuat sketsa yang akurat dengan menggunakan metode grid. Seperti apakah metode grid itu?

Gambaran awalnya kira-kira seperti ini :
grid-method
Gambar di atas saya ambil dari buku How to Draw Lifelike Portraits From Photograph karya Lee Hammond. Metode grid yang akan saya jelaskan adalah tahap 1 dan tahap 2 dalam gambar di atas.

Di antara teman-teman ada yang ingat dulu waktu masih duduk di bangku SD atau SMP pernah membuat peta di atas kertas kalkir dalam pelajaran geografi? Agar bentuk pulau yang dibuat akurat perlu dibuat kotak-kotak atau garis bantu baik di peta yang dijadikan referensi ataupun di atas kertas kalkir tersebut. Prinsip metode ini sama seperti cara membuat peta tersebut.

Mungkin ada yang berpendapat “Ah, kalo kayak gitu aku juga bisa” atau “Ini cara curang dalam menggambar”. Ketahuilah teman-teman, metode ini hanyalah alat bantu. Sama seperti kita menggunakan penggaris untuk membuat garis lurus, atau menggunakan pen tools dalam Adobe Photoshop. Tidak ada yang salah dengan menggunakan metode ini. Bahkan Leonardo Da Vinci pun menggunakan metode grid dalam membuat karya seni atau penelitiannya.

Kita mulai saja ya…

Pertama, tentukan foto referensi yang akan digambar. Dalam membuat lukisan foto saya selalu menyeleksi foto referensi. Untuk satu objek gambar, minimal saya memerlukan 3 foto untuk saya pilih salah satu. Saya pilih foto yang resolusinya besar, gambarnya jelas (tidak blur), dan memiliki kontras yang tinggi (perbedaan gelap terangnya jelas).

Untuk tutorial ini saya menggunakan foto ini :
Yamapi-reference

Karena foto tersebut merupakan file digital, dengan menggunakan software grafis saya menambahkan grid/kotak-kotak di atas foto tersebut. Jika referensi berupa foto non-digital, anda tinggal menggoreskan pensil untuk membuat kotak-kotak di atas gambar. Ukuran kotak-kotaknya terserah, tergantung kenyamanan anda. Semakin banyak jumlah grid, sketsa yang dibuat akan semakin akurat, tetapi juga semakin sulit dibuat. Saya membagi foto tersebut menjadi 9×13 grid. Hasilnya seperti ini :
Yamapi-reference-gridded

Berikutnya, bagian yang paling menyenangkan.. membuat sketsa berdasarkan foto referensi yang telah dibuat grid tadi. Buatlah sketsa sesuai garis bantu yang ada. Ini hal yang mudah lho, tidak perlu latihan dan skill khusus, hanya perlu kesabaran dan ketelitian.

yamapi-one-cell

Prinsipnya adalah membuat sketsa per satu kotak kecil, jangan lihat keseluruhan gambar, karena menggambar kotak per kotak akan membantu mata anda melihat detil dalam kotak itu dan membuat anda lebih fokus. Hasil sketsa saya seperti ini :

yamapi-wip1-resize

Setelah yakin sketsa yang anda buat telah maksimal, hapus garis-garis gridnya dengan penghapus (ya iyalah). Hasilnya seperti ini.
yamapi-wip1-cleaned1

Not bad kan?😛
Sudah terlihat sedikit kemiripannya. Jangan khawatir jika hasil anda tidak semirip aslinya. Ini baru awal, setengah perjalanan. Setelah sketsa selesai, tinggal diberi arsiran. Saya akan menulis tentang hal ini di tutorial berikutnya.

Sampai jumpa.