Long time no see!

Assalamu’alaikum.

Lama tak jumpa!

Setelah sekian lama dari posting terakhir saya *melihat tanggal post sebelumnya*, akhirnya saya sempatkan lagi menulis di blog ini. Tak banyak yang ingin saya sampaikan kali ini, hanya ingin memberitahukan update, apa-apa saja yang saya kerjakan selama ini *kayak ada yang peduli aja*.

Singkat kata, saat ini saya telah bekerja si perusahaan kontraktor di ujung barat Pulau Jawa. Saya kost di sana, akhir pekan baru bisa kembali ke Jakarta. Jadi lumayan nggak punya waktu untuk menekuni hobi lama saya. Untuk mengupdate blog ini saja saya harus mencuri-curi waktu antara ngantor, ngaskus, ngefesbuk, baca mangascan, futsalan, dan melatih Juventus di FM 2009, hehehe.

Kangen rasanya memegang pensil dan kertas.

Oya, saya mendapat buku-buku baru tentang menggambar, besok-besok saya upload (kalo ada waktu tentunya :P ).

Kemudian, foto-foto YUI.. banyak pengunjung blog ini yang menanyakan kapan halaman galeri YUI tersebut akan diupdate. Saya cuma bisa bilang, saat ini saya sedang mengerjakannya. Ada update foto baru YUI (dengan penampilan barunya yang alamak, makin manis aja) yang tentu saja akan saya pajang di sini. Tunggu tanggal mainnya.

Terus, apalagi ya? Saya kepingin banget beli tablet pen. Ada yang punya rekomendasi tablet pen yang murah meriah? :)

Wass.

Namidairo (WIP3)

Pada tahap ketiga ini saya menyelesaikan arsiran pada seluruh wajah. Tentunya saya juga membuat detil pada bibir. Sulit juga.

Step 3 - Mouth (1)
Ups, lupa lagi matiin blitz-nya, hehehe.

Step 3 - Mouth (2)
Step 3 - Mouth (3)

Pensil yang saya gunakan :
- B dan 2B untuk mengarsir kulit
- 2B untuk mengarsir bibir

Langkah berikutnya ditunggu aja ya.

Untuk melihat langkah sebelumnya :
Work in Progress #2
Work in Progress #1

Namidairo (WIP2)

Lanjutan dari post sebelumnya.

Pada tahap kali ini saya meneruskan membuat detil pada bagian alis kanan dan mengarsir kulit pada bagian dahi. Kemudian turun ke hidung. Pada bagian hidung saya sedikit mengalami kesulitan saat membuat detil di lubang hidung. Hal ini terjadi karena pose YUI yang menyamping, sehingga timbul bayangan pada bagian lubang hidung.

Step 2 - Nose (2)
Step 2 - Nose (3)
Step 2 - Nose (1)

Pensil yang saya gunakan :
- B untuk mengarsir kulit
- 2B dan 4B untuk mengarsir bayangan pada hidung
- 7B untuk mengarsir lubang hidung

Stay tune for the next step.

Langkah sebelumnya :
Work in Progress #1

Namidairo (WIP1)

Di tengah kesibukan sehari-hari, akhirnya saya sempat memulai melukis lagi. Kali ini saya kembali ke pangkuan YUI. Kangen euy :P

Referensinya saya ambil dari cover single Namidairo.
namidairo-ref

Saya memutuskan memakai kertas ukuran A3 untuk lukisan kali ini. Karena ukuran media lebih besar dari referensi, untuk membuat sketsa awal yang akurat dan semirip mungkin dengan referensinya, saya memakai teknik counter-grid method untuk membuat sketsa awal. Counter-grid ini mirip dengan metode grid, hanya saja garis bantu yang digunakan tidak horizontal-vertikal, tetapi diagonal.

Hasilnya seperti ini :
Step 1 - Eyes (1)
Ups, blitz kameranya terlalu terang. Mohon maaf saya memakai kamera untuk mengabadikan tiap langkah dalam proses pengerjaan lukisan ini. Demi efisiensi aja, kalau tiap langkah harus discan repot juga.

Back to my paper..

Pada tahap ini saya langsung menggambar detil pada bagian mata. Saya selalu memulai dari bagian mata karena pada lukisan wajah, bagian itu sangat menentukan mirip tidaknya lukisan dengan referensinya.

Step 1 - Eyes (2)
Continue reading ‘Namidairo (WIP1)’

Bus Kopaja yang menyebalkan!

Hari Sabtu kemarin saya pulang dari BLKD Jakarta Selatan menggunakan bus Kopaja 57 jurusan Kampung Rambutan – Blok M. Saya naik dari perempatan Mampang-Duren Tiga. Karena penuh, saya berdiri di depan, di dekat pintu depan.

Seperti biasa, si kondektur menarik ongkos dari para penumpang termasuk saya. Karena saya tak punya uang receh, saya membayar dengan uang pecahan Rp. 20.000. Ongkos bus jurusan itu adalah Rp. 2000, jadi seharusnya saya dapat kembalian sebanyak Rp. 18.000. Rupanya si kondektur belum punya kembalian, jadi dia pergi lagi untuk menarik ongkos dari penumpang lain.

Tak selang berapa lama, si kondektur kembali lagi ke bagian depan dan menengadahkan telapak tangan di depan saya dengan menggoyangkan tangan sehingga uang logam di tangannya bergemerincing, “cring cring cring”, tanda dia minta ongkos dari penumpang. Karena saya merasa telah membayar, saya diam saja. “Mungkin dia minta ongkos kepada orang di samping saya”, begitu pikir saya. Tapi si kondektur tetap bergeming, sampai dia bertanya kepada saya, “Udah bayar belum?”. Saya agak kesal karena selain telah membayar, seharusnya saya cepat mendapat kembalian sebanyak Rp. 18.000 tadi. Saya jawab, “Udah bang, kan tadi saya bayar 20.000″. Entah kenapa si kondektur agak marah karena dia menjawab dengan ketus, “saya kan cuma nanya, udah bayar apa belum”. “Ya udah kan udah saya jawab Bang”. Dia langsung ngeloyor pergi ke pintu belakang.
Continue reading ‘Bus Kopaja yang menyebalkan!’

Great Artist : Krzysztof Lukasiewicz

Iseng-iseng browsing di deviantArt, nemu pelukis pensil yang satu ini. Namanya Krzysztof Lukasiewicz, 36 tahun, berasal dari Polandia. Dia gemar melukis di atas kertas Fabriano yang berwarna kekuningan. Tapi justru menambah indah lukisan-lukisannya.








Continue reading ‘Great Artist : Krzysztof Lukasiewicz’

Empat Hari Yang Sibuk

Hari Kamis tanggal 14 Mei 2009 kemarin saya diajak Ibu pulang ke Ngawi, karena hari Jumatnya ada acara pengajian untuk almarhum Mbah saya yang meninggal satu tahun yang lalu.

Kamis paginya saya ada test & wawancara kerja di PT Edico Utama, Pulogadung. Wawancara berakhir pukul 11:30, sementara bus yang saya pesan berangkat pukul 14:00. Begitu selesai wawancara saya langsung ngibrit pulang secepatnya. Dari kawasan industri Pulogadung saya langsung naik angkot ke terminal Pulogadung dan naik busway ke arah Manggarai. Baru keluar terminal, bus TransJakarta yang saya tumpangi terjebak macet yang amat parah di mulut terminal. Nggak bisa bergerak sama sekali.

Setelah berkutat dengan kemacetan selama hampir setengah jam akhirnya bis TransJakarta yang saya tumpangi bisa melaju dengan lancar. Sampai halte Matraman saya transit ke bus TransJakarta jurusan Kampung Rambutan. Di perjalanan saya hitung-hitung, sisa waktu yang ada nggak akan sempat sampai rumah untuk mengejar bus ke Ngawi. Akhirnya saya turun di halte PGC dan naik ojek sampe rumah.

Sampai rumah pun saya tak sempat istirahat, karena waktu sudah menunjukkan pukul 13:30. Mana belum sempat beres-beres pula. Saya ganti baju, cuci muka, beres-beres secukupnya, dan langsung berangkat ke pool bus yang terletak di belakang RS Harapan Bunda, Pasar Rebo.

Tiket
Continue reading ‘Empat Hari Yang Sibuk’

e-Book Tentang Menggambar dari Foto (download available)

Yup. Saya punya banyak ebook tentang menggambar dan desain. Beberapa di antaranya sangat bermanfaat karena berisi tutorial menggambar. Inilah beberapa ebook yang menjadi “bacaan wajib” bagi saya.

“Drawing Realistic Texture” in Pencils karya J.D. Hillberry
hilberry-snapshot1
hilberry-snapshot2
hilberry-snapshot3
Download di sini :
www.indowebster.com/Drawing_Realistic_Texture_in_Pencils.html

“How to Draw Lifelike From Photograph” karya Lee Hammond
hammond-snapshot1
hammond-snapshot2
hammond-snapshot31
Download di sini :
www.indowebster.com/Draw_From_Photograph.html

“Drawing Portraits and Figures” karya Giovanni Civardi
civardi-snapshot1
civardi-snapshot2
civardi-snapshot3

Download di sini : www.indowebster.com/Drawing_Portrait_Faces_and_Figures.html

Tutorial #8 : Outline

Yup yup.

Ketika menggambar, apalagi menggunakan pensil, pasti kita membuat outline terlebih dahulu. Sayangnya, dalam photorealistic drawing, kehadiran outline ini cukup mengganggu karena dapat mengurangi efek “realistik” lukisan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
no-outline-example
Gambar di sebelah kiri dibuat dengan outline, sedangkan di sebelah kanan tanpa outline.

Contoh lain, mari kita lihat lukisan Alessandro Del Piero #2 atau YUKI.
del-piero-2-small
yuki-small
Terlihat garis yang cukup tebal pada bagian pipi, dagu, dan pakaian. Akibatnya, lukisan kurang terlihat realistik. Bandingkan dengan lukisan HYDE misalnya. Garis outline tidak terlalu kelihatan sehingga lukisan lebih realistik.
HYDE
Continue reading ‘Tutorial #8 : Outline’

Tutorial #7 : Mengarsir

Berhubung banyak yang nanya gimana caranya mengarsir, saya coba jelasin di sini. Karena yang saya jelaskan adalah cara mengarsir ala Febri, jadi belum tentu cara ini cocok buat anda.

Saya mengarsir dengan prinsip layer atau lapisan. Pertama, saya beri arsiran dengan lembut (tangan nggak terlalu menekan pensil) hingga semua area terarsir dengan rata. Untuk mendapatkan value yang lebih gelap, saya beri arsiran lagi di atasnya. Semacam menumpuk lapisan begitu. Semakin banyak lapisan yang ditumpuk, arsiran yang dihasilkan akan semakin gelap.

layer-ex1
Pada gambar di atas, arsiran dengan satu lapis ditunjukkan dengan angka 1, dua lapis ditunjukkan oleh angka 2, dan seterusnya.

Prinsipnya sama seperti gambar di bawah ini.
layer-ex2
Arsiran pertama dengan arah vertikal. Arsiran kedua horizontal. Jika arsiran pertama dan kedua digabung, akan menghasilkan arsiran yang lebih rapat. Apalagi jika digabung lagi dengan arsiran ketiga (diagonal).
Continue reading ‘Tutorial #7 : Mengarsir’

Next Page »


Pengunjung Online

who's online

Jumlah Kunjungan

  • 34,329 kali

Categories

Febri on Flickr

Tiket

Bis Berangkat (1)

Bis Berangkat (2)

More Photos

Dilarang copy-paste sebagian atau keseluruhan tulisan/gambar di blog ini tanpa mencantumkan sumbernya